Kamis, 13 November 2014

PROMISE




Perlahan cahaya matahari mulai redup, menandakan malam akan segera tiba. Langit pun terlihat berwarna jingga kecoklatan. Saatnya bagi Rasha untuk menutup toko bunganya. Yah, itulah yang di lakukan gadis manis itu setiap harinya. Hari ini pun di tutupnya dengan senyuman di pipi sambil mengatakan “SEMANGAT”.
            Keesokan harinya, pagi-pagi sekali sebelum berangkat sekolah. Rasha membantu ibunya untuk membuka toko bunga, setelah itu baru ia bersiap-siap untuk bergegas pergi kesekolah. Hari itu adalah hari pertama Rasha masuk sekolah SMA. Yah, Rasha baru lulus SMP. Dia masih sangat muda dan lugu.
            Rasha hanya tinggal bersama Ibunya, Ayah Rasha bekerja di luar negeri sebagai pegawai di salah satu kantor di negeri sakura, Jepang. Ayahnya tersebut hanya pulang 3 bulan sekali itu pun kalau dapat izin dari bossnya. Selain itu, Rasha juga tidak memiliki saudara. Rasha adalah anak satu-satunya di keluarga kecil nan bahagia tersebut. Keluarga mereka sederhana namun penuh dengan kebahagiaan. Ibu Rasha hanya bekerja sebagai penjual bunga dan kadang-kadang sepulang sekolah Rasha sering membantu ibunya di toko bunga mereka.
            Yap, setelah selesai membantu ibunya pagi itu, Rasha pun segera pergi ke sekolah dan tak lupa berpamitan kepada ibunya terlebih dahulu. Rasha pergi ke sekolah menaiki kendaraan umum, di karnakan jarak sekolah yang lumayan jauh dari rumahnya. Setibanya di sekolah pagi itu, ia segera pergi ke kelasnya. Hari pertama di lalui Rasha dengan senyum dan semangat. Karna ini hari pertama, jadi sekolah lebih memfokuskan kepada pengenalan lingkungan sekolah kepada siswa baru.
            Pasa siswa baru di perbolehkan untuk menjelajahi setiap sudut dari sekolah tersebut. Begitu juga dengan Rasha. Setelah puas berkeliling dan merasa tenaganya sedikit berkurang karna terlalu asyik mengelilingi sekolah tersebut. Akhirnya Rasha memutuskan untuk membeli minuman di kantin. Di kantin ia bertemu dengan seorang gadis imut dan baik hati yang bernama Cherry. Yah, Cherry jadi teman pertama Rasha di sekolah itu.
            Rasha dan Cherry kemudian duduk di salah satu bangku yang ada di kantin, mereka pun kemudian bercengkrama tentang sekolah, dan kegiatan di rumah, dan masih banyak lagi. Dan tampaknya, Rasha dan Cherry terlihat sangat akrab walau baru pertama kali bertemu. Saking asyiknya bercerita, mereka hampir tak mendengar kalau bel tanda masuk kelas sudah berbunyi. Hehe,, maklumlah kalau cewek lagi cerita, serasa dunia milik berdua.
            Jam telah menunjukkan pukul 14.00 WIB, bel sekolah pun berbunyi tanda semua kegiatan hari ini telah berakhir dan semua siswa pulang kerumah masing-masing. Hari ini begitu melelahkan bagi Rasha, tapi walaupun begitu ia senang bisa menemukan teman yang cocok dengannya. Yah, semenjak hari itu, Rasha dan Cherry jadi sahabat karib. Kalau bahasa inggrisnya best friend gitu. Hehe...
***
            Tak terasa, sudah satu minggu lebih Rasha menduduki bangku SMA. Banyak hal baru yang di temuinya di SMA tersebut, sangat berbeda sewaktu ia SMP dulu. Dan kebetulan hari itu, Rasha ada tugas untuk membuat makalah. Ia pun pergi ke perpustakaan sekolah untuk mencari bahan referensi makalahnya. Perpustakaan sekolah itu sangat lengkap, semua buku ada di sana. Mulai dari buku pelajaran sampai novel dan komik pun ada guna menambah minat siswa agar berkunjung keperpustakaan.
            Setelah mendapat buku untuk referensi makalahnya, Rasha segera mencari tempat untuk duduk dan membaca buku-buku tersebut. Akhirnya Rasha memilih duduk di dekat jendela. Saat sedang sibuk membolak-balik buku, pandangan Rasha tiba-tiba tertuju pada sesuatu di luar jendela. Ia melihat sekumpulan orang yang sedang bercengkrama di luar. Ada 4 orang di sana. Rasha pun bertanya-tanya, siapa mereka. Karena Rasha baru pertama kali melihat mereka.
            Tiba-tiba Cherry datang sehingga membuat Rasha terkejut dan langsung mengalihkan erhatiannya kepada Cherry. Cherry tertawa ketika melihat ekspresi Rasha yang terkejut akan kedatangannya. Kemudian, Rasha membawa Cherry untuk pergi ke kelas dan membawa semua buku-buku untuk tugas makalah tersebut. Rasha sempat menoleh ke arah luar jendela sebelum akhirnya pergi dari perpustakaan.
***
            Bel sekolah pun berbunyi waktunya untuk pulang. Seperti biasa, Rasha menunggu kendaraan umum di halte. Tapi ketika itu turun hujan, tak ada satu pun kendaraan umum yang lewat. Rasha hanya duduk di halte sambil berharap ada yang mau mengantarnya pulang. Waktu telah menunjukkan pukul 16.00 WIB sore, hujan masih belum berhenti juga. Hp Rasha juga mati karena batrainya habis.
            Rasha mulai panik dan mundar mandir di halte. Tiba-tiba dari kejauhan terlihat sebuah mobil mendekati Rasha. Rasha tak tahu siapa yang ada di dalam mobil, pengendara mobil itu pun menurunkan kaca mobilnya dan betapa terkejutnya Rasha karena seseorang yang ada di dalam mobil itu adalah salah satu dari sekumpulan siswa yang ia lihat di sekolah tadi.
            “ Kamu mau bareng ga? Kayaknya hujannya masih lama dan ga bakalan ada kendaraan umum lewat di sini “, kata seseorang di dalam mobil tersebut. Apa yang dikatakannya benar, tanpa pikir panjang lagi Rasha mengangguk. “ Oke, ya udah masuk gih “, pinta si pengemudi mobil. Rasha pun masuk ke mobil.  Sepanjang perjalanan pulang mereka berdua hanya diam hingga akhirnya sampai di depan rumah Rasha.
            Rasha pun segera turun dan berterima kasih kepada orang yang telah mengantarnya pulang. Orang itu hanya tersenyum, namun Rasha kembali bertanya, “ Nama kamu siapa ? “. Orang itu menjawab,” Panggil aja Bintang “. “ Oooh, aku Rasha. Terima kasih ya Bintang “, ucap Rasha lagi. “ Iya, sama-sama. Aku pergi dulu yah “, pamit Bintang. Setelah Bintang pergi, Rasha segera masuk ke dalam rumah. Dan ternyata Ibu Rasha telah menunggu kepulangan Rasha. Ibu Rasha terlihat sangat khawatir terhadap Rasha. Maklumlah anak satu-satunya.
            Rasha menjelaskan kepada Ibunya bahwa ia tidak apa-apa dan segera masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaiannya. Hujan di hari itu ternyata membawa kenangan tersendiri bagi Rasha. Laki-laki bernama Bintang itu sungguh berbeda, pendiam dan penuh tanda tanya. Membuat Rasha ingin mengenalnya lebih dekat.
***

kata-kata terakhir (part 2)

Sebenarnya, seseorang yang ia sukai ini berteman akrab dengannya. Bahkan sangat dekat, seperti sepasang kekasih. Terkadang mereka juga sering berbagi perhatian. Dan juga terllihat sangat peduli dan saling membutuhkan. Laki – laki yang di sukainya ini bernama “Andra” atau biasa di panggil Andra.
  Andra, memang berbeda di bandingkan yang lain. Sikapnya yang terkadang dingin dan cuek tapi juga baik dan perhatian. Nah, kok bisa yah. Gak tahu deh. Tapi itulah Andra, itu ciri khasnya.
  Andra dan Raya, walaupun di sekolah mereka berteman tapi seperti orang yang tidak saling mengenal kalau di sekolah. Lain lagi kalau di media sosial, sangat akrab dan hangat. Bahkan penuh dengan kata – kata romantic.
  Sungguh aneh kisah cinta ini, tapi inilah yang terjadi. Mungkin jika di sinetron – sinetron, kisah cinta ini akan berakhir bahagia. Namun, yang ini berbeda.

Suatu ketika terjadi sebuah masalah, kedekatan Raya dengan Andra ternyata membuat pihak lain cemburu. Yah, bukan Cuma Raya yang naksir sama Andra. Wanita ini bernama Karina.

  Hana tahu kalau Raya dan Andra sering berhubungan melalui sosial media dan lainnya. Mengetahui itu, mungkin timbulah rasa cemburu Karina terhadap Raya. Sejak saat itu, bisa di katakan Karina mulai tidak menyukai Raya. Padahal Karina dan Raya ini teman ketika SD.

  Awalnya, Karina ini mengirimkan pesan singkat kepada Raya dengan menggunakan kata – kata yang lumayan agak kasar. Bertubi – tubi pesan singkat di kirimkan Karina ke Raya. Namun, Raya tidak pernah membalasnya dengan kata – kata yang kasar juga. Raya yang mendapat pesan singkat tersebut langsung memberitahu Andra. Andra pun tidak tahu menauh tentang hal itu. Andra pun menyuruh Raya agar tidak memperdulikan pesan tersebut.

Yah, Raya menuruti kata – kata AndrA untuk tidak terlalu memperdulikan pesan tersebut. Namun, makin banyak pesan yang masuk ke hp Raya. Raya pun tak kuasa menahan air mata membaca pesan singkat tersebut.
  Dan tanpa pikir panjang, Raya pun mengirim pesan singkat kepada Andra yang berbunyi, “ Dari pada harus seperti ini, lebih baik pertemanan kita cukup sampai di sini “. Tak lama kemudian Andra pun membalas pesan singkat Raya, “ Fine, jika itu mau mu. Tapi aku cuma ingin kamu tahu bahwa selama ini aku menyukaimu “.
  Betapa terkejutnya Raya membaca pesan tersebut yang menyatakan bahwa Andra menyukainya, tapi semua itu sudah terlambat. Semuanya sudah terjadi, dan waktu tidak mungkin berjalan mundur. Kata – kata itu yang telah di tunggu – tunggu Raya sejak pertama kali mereka bertemu. Namun, apa yang terjadi hari itu sungguh di luar kendali.