Perlahan
cahaya matahari mulai redup, menandakan malam akan segera tiba. Langit pun
terlihat berwarna jingga kecoklatan. Saatnya bagi Rasha untuk menutup toko
bunganya. Yah, itulah yang di lakukan gadis manis itu setiap harinya. Hari ini
pun di tutupnya dengan senyuman di pipi sambil mengatakan “SEMANGAT”.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali
sebelum berangkat sekolah. Rasha membantu ibunya untuk membuka toko bunga,
setelah itu baru ia bersiap-siap untuk bergegas pergi kesekolah. Hari itu
adalah hari pertama Rasha masuk sekolah SMA. Yah, Rasha baru lulus SMP. Dia
masih sangat muda dan lugu.
Rasha hanya tinggal bersama Ibunya,
Ayah Rasha bekerja di luar negeri sebagai pegawai di salah satu kantor di
negeri sakura, Jepang. Ayahnya tersebut hanya pulang 3 bulan sekali itu pun
kalau dapat izin dari bossnya. Selain itu, Rasha juga tidak memiliki saudara.
Rasha adalah anak satu-satunya di keluarga kecil nan bahagia tersebut. Keluarga
mereka sederhana namun penuh dengan kebahagiaan. Ibu Rasha hanya bekerja
sebagai penjual bunga dan kadang-kadang sepulang sekolah Rasha sering membantu
ibunya di toko bunga mereka.
Yap, setelah selesai membantu ibunya
pagi itu, Rasha pun segera pergi ke sekolah dan tak lupa berpamitan kepada
ibunya terlebih dahulu. Rasha pergi ke sekolah menaiki kendaraan umum, di
karnakan jarak sekolah yang lumayan jauh dari rumahnya. Setibanya di sekolah
pagi itu, ia segera pergi ke kelasnya. Hari pertama di lalui Rasha dengan
senyum dan semangat. Karna ini hari pertama, jadi sekolah lebih memfokuskan
kepada pengenalan lingkungan sekolah kepada siswa baru.
Pasa siswa baru di perbolehkan untuk
menjelajahi setiap sudut dari sekolah tersebut. Begitu juga dengan Rasha.
Setelah puas berkeliling dan merasa tenaganya sedikit berkurang karna terlalu
asyik mengelilingi sekolah tersebut. Akhirnya Rasha memutuskan untuk membeli
minuman di kantin. Di kantin ia bertemu dengan seorang gadis imut dan baik hati
yang bernama Cherry. Yah, Cherry jadi teman pertama Rasha di sekolah itu.
Rasha dan Cherry kemudian duduk di
salah satu bangku yang ada di kantin, mereka pun kemudian bercengkrama tentang
sekolah, dan kegiatan di rumah, dan masih banyak lagi. Dan tampaknya, Rasha dan
Cherry terlihat sangat akrab walau baru pertama kali bertemu. Saking asyiknya
bercerita, mereka hampir tak mendengar kalau bel tanda masuk kelas sudah
berbunyi. Hehe,, maklumlah kalau cewek lagi cerita, serasa dunia milik berdua.
Jam telah menunjukkan pukul 14.00
WIB, bel sekolah pun berbunyi tanda semua kegiatan hari ini telah berakhir dan
semua siswa pulang kerumah masing-masing. Hari ini begitu melelahkan bagi
Rasha, tapi walaupun begitu ia senang bisa menemukan teman yang cocok
dengannya. Yah, semenjak hari itu, Rasha dan Cherry jadi sahabat karib. Kalau
bahasa inggrisnya best friend gitu. Hehe...
***
Tak terasa, sudah satu minggu lebih
Rasha menduduki bangku SMA. Banyak hal baru yang di temuinya di SMA tersebut,
sangat berbeda sewaktu ia SMP dulu. Dan kebetulan hari itu, Rasha ada tugas
untuk membuat makalah. Ia pun pergi ke perpustakaan sekolah untuk mencari bahan
referensi makalahnya. Perpustakaan sekolah itu sangat lengkap, semua buku ada
di sana. Mulai dari buku pelajaran sampai novel dan komik pun ada guna menambah
minat siswa agar berkunjung keperpustakaan.
Setelah mendapat buku untuk
referensi makalahnya, Rasha segera mencari tempat untuk duduk dan membaca
buku-buku tersebut. Akhirnya Rasha memilih duduk di dekat jendela. Saat sedang
sibuk membolak-balik buku, pandangan Rasha tiba-tiba tertuju pada sesuatu di
luar jendela. Ia melihat sekumpulan orang yang sedang bercengkrama di luar. Ada
4 orang di sana. Rasha pun bertanya-tanya, siapa mereka. Karena Rasha baru pertama
kali melihat mereka.
Tiba-tiba Cherry datang sehingga
membuat Rasha terkejut dan langsung mengalihkan erhatiannya kepada Cherry.
Cherry tertawa ketika melihat ekspresi Rasha yang terkejut akan kedatangannya.
Kemudian, Rasha membawa Cherry untuk pergi ke kelas dan membawa semua buku-buku
untuk tugas makalah tersebut. Rasha sempat menoleh ke arah luar jendela sebelum
akhirnya pergi dari perpustakaan.
***
Bel sekolah pun berbunyi waktunya
untuk pulang. Seperti biasa, Rasha menunggu kendaraan umum di halte. Tapi
ketika itu turun hujan, tak ada satu pun kendaraan umum yang lewat. Rasha hanya
duduk di halte sambil berharap ada yang mau mengantarnya pulang. Waktu telah
menunjukkan pukul 16.00 WIB sore, hujan masih belum berhenti juga. Hp Rasha
juga mati karena batrainya habis.
Rasha mulai panik dan mundar mandir
di halte. Tiba-tiba dari kejauhan terlihat sebuah mobil mendekati Rasha. Rasha
tak tahu siapa yang ada di dalam mobil, pengendara mobil itu pun menurunkan
kaca mobilnya dan betapa terkejutnya Rasha karena seseorang yang ada di dalam
mobil itu adalah salah satu dari sekumpulan siswa yang ia lihat di sekolah
tadi.
“ Kamu mau bareng ga? Kayaknya
hujannya masih lama dan ga bakalan ada kendaraan umum lewat di sini “, kata
seseorang di dalam mobil tersebut. Apa yang dikatakannya benar, tanpa pikir
panjang lagi Rasha mengangguk. “ Oke, ya udah masuk gih “, pinta si pengemudi
mobil. Rasha pun masuk ke mobil. Sepanjang
perjalanan pulang mereka berdua hanya diam hingga akhirnya sampai di depan
rumah Rasha.
Rasha pun segera turun dan berterima
kasih kepada orang yang telah mengantarnya pulang. Orang itu hanya tersenyum,
namun Rasha kembali bertanya, “ Nama kamu siapa ? “. Orang itu menjawab,”
Panggil aja Bintang “. “ Oooh, aku Rasha. Terima kasih ya Bintang “, ucap Rasha
lagi. “ Iya, sama-sama. Aku pergi dulu yah “, pamit Bintang. Setelah Bintang
pergi, Rasha segera masuk ke dalam rumah. Dan ternyata Ibu Rasha telah menunggu
kepulangan Rasha. Ibu Rasha terlihat sangat khawatir terhadap Rasha. Maklumlah
anak satu-satunya.
Rasha menjelaskan kepada Ibunya
bahwa ia tidak apa-apa dan segera masuk ke dalam kamar untuk mengganti
pakaiannya. Hujan di hari itu ternyata membawa kenangan tersendiri bagi Rasha.
Laki-laki bernama Bintang itu sungguh berbeda, pendiam dan penuh tanda tanya.
Membuat Rasha ingin mengenalnya lebih dekat.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar